Friday, August 12, 2011

Kaum Muda, Kaum Perubahan

12. b. Menghormati dan mendukung generasi muda dalam masyarakat kita, membuat mereka mampu memainkan peran penting mereka dalam menciptakan masyarakat yang berkelanjutan. -Piagam Bumi-


Hari ini, 12 Augustus merupakan Hari Pemuda Internasional dengan tema tahun ini adalah "Change Our World". Hari Pemuda merupakan suatu hari yang diperingati untuk menarik perhatian pada isu-isu kaum muda di seluruh dunia. Dimulai pada tahun 2000, Hari Pemuda Internasional dirayakan pada tanggal 12 Agustus setiap tahun.


12 Agustus tahun ini juga menandakan berakhirnya Tahun Pemuda Internasional yang telah berlangsung satu tahun yang lalu sejak 12 Agustus 2010. Tahun Pemuda Internasional 2010-2011 ini merupakan yang ke-25 sejak Tahun Pemuda Internasional yang pertama pada tahun 1985. (Wah, ternyata seumuran dengan aku.. :D)

Tema Hari Pemuda Internasional tahun ini adalah "Change Our World" yang merupakan suatu panggilan untuk menginspirasi inisiatif pemuda di semua tingkatan dengan gagasan bahwa upaya-upaya di tingkat lokal dapat memiliki dampak global.

Yup, kita sebagai pemuda memang seharusnya memiliki ide-ide yang sanggup membuat suatu perubahan. Bahkan sudah sering didengungkan kalau "pemuda adalah agen perubahan" karena pemuda memegang peranan yang sangat penting.

PEMUDA, BUKAN MANUSIA BIASA

Percaya atau tidak, kita semua adalah sebuah kekuatan. Dari zaman baheula sampai sekarang, yang namanya anak muda itu memiliki potensi kekuatan yang luar biasa. Dunia dan perubahannya dibentuk oleh pemikiran dan semangat yang menggebu-gebu dari anak-anak muda seperti kita, termasuk juga tren dan perubahan dahsyat yang sekarang melanda planet ini.

Coba kita tengok sebentar sejarah bangsa kita Indonesia, peran pemuda begitu dominan dalam melakukan perubahan di negeri ini. Dimulai dari kebangkitan nasional yang menandakan mulai tumbuhnya rasa nasionalisme, sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia, kemerdekaan Republik Indonesia, tumbangnya orde lama, lahir dan tumbangnya orde baru hingga lahirnya orde reformasi. Semua terjadi karena peran pemuda yang sangat tinggi dan berpengaruh pada saat itu.

Nah, sekarang coba deh kita amati masa sekarang ini. Siapa sih yang tidak tahu yang namanya Facebook? Situs pertemanan fenomenal yang mengguncang peradaban manusia dan menciptakan era komunikasi baru yang nggak pernah dibayangkan sebelumnya? Tahu kan siapa yang menciptakannya? Ya, Mark Zuckerberg, seorang anak muda berusia 24 tahun. Atau siapa yang menciptakan Google? Search engine terbesar yang menjadi rujukan kamu semua setiap kali mau mencari informasi di internet. Google diciptakan oleh Sergey Brin dan Larry Page ketika mereka berusia 25 tahun.

Kekuatan dan potensi yang ada didalam diri anak muda seperti kita menjadikan kita sebagai Generasi Spesial yang menjadi perhatian dan sasaran banyak orang. Namun banyak anak muda yang tidak sadar akan hal itu. Lihat saja iklan yang tiap hari muncul di TV, hampir semua isinya menjadikan kita sebagai target untuk membeli produk mereka. Mulai dari produk komestik, fashion, makanan, handphone, dll.

Ya, Kita diperebutkan! Bahkan ada prinsip yang mengatakan bahwa, “Siapa yang mampu menguasai anak muda dan menggerakkan meraka, ia akan menguasai dunia”. Bung Karno pun pernah berkata, “Berikan padaku sepuluh orang pemuda, akan aku guncang dunia”. Hal ini berarti bahwa pemuda identik dengan orang yang enerjik dan cerdas, sehingga pemuda bukanlah generasi yang biasa.

TAHUKAH KAMU BERAPA BANYAK JUMLAH PEMUDA DI DUNIA?

Sebanyak 1,8 milyar populasi di dunia adalah pemuda atau setengah dari populasi manusia di dunia adalah pemuda berusia di bawah 25 tahun. Sementara itu jumlah populasi remaja berusia 10-19 tahun di dunia mencapai angka lebih dari 1,3 milyar dan 85% diantaranya hidup di negara berkembang.

Di Indonesia, berdasarkan data Proyeksi Penduduk Indonesia Tahun 2005-2025 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pemuda berumur 15-35 tahun pada tahun 2009 adalah sebanyak 62,77 juta jiwa sedangkan pada tahun 2011 meningkat menjadi 62,92 juta jiwa atau sekitar 31,46% dari total penduduk Indonesia. Angka-angka ini bisa menjadi sebuah potensi atau bahkan malah menjadi masalah bergantung bagaimana cara kita menyikapinya.

Sekali lagi.. Anak muda seperti kita memiliki kekuatan dan potensi yang besar. Coba bayangkan apabila pemuda di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 30% dari jumlah total penduduk Indonesia bisa memanfaatkan potensi dan kreativitasnya dengan baik, pastilah akan tercipta suatu perubahan yang sangat besar dan positif. Namun sebaliknya, apabila pemuda di Indonesia bersikap malas-malasan dan tidak produktif maka TIDAK AKAN tercipta suatu perubahan positif.

Hal ini sudah dibuktikan dengan data dari BPS tahun 2011 yang menyatakan bahwa sebanyak 60,5% pemuda usia 16 tahun hingga 20 tahun di seluruh provinsi di Indonesia tidak memiliki pekerjaan tetap, atau pengangguran. Jika tak segera dilakukan langkah-langkah tepat, angka pengangguran ini akan terus meningkat dan akan menjadi sumber persoalan sosial di masyarakat. Tuh, miris banget kan?

Sebagai anak muda, tentunya kita nggak mau kan melihat generasi kita tumbang satu persatu hanya karena nggak tahu kalau sebenarnya hidup mereka penuh potensi untuk menjadi seseorang yang luar biasa yang mampu membawa perubahan hidup yang besar baik bagi dirinya maupun masyarakat sekitar.


Jadi tunggu apalagi.. Jadilah muda untuk mengubah!
(Putri Ayusha)

“If you think you’re too small to make a difference, you have never been in bed with a mosquito!”– Anita Roddick, founder of The Body Shop -

(Dari berbagai sumber)

Thursday, August 11, 2011

“Change Our World,” UN Secretary-General Ban Says On International Youth Day

Dear Young People..

Tomorrow (August 12) is International Youth Day (IYD)!!
“Change Our World” has been chosen as the theme for IYD 2011. It is meant to inspire youth initiatives all over the world to make a wave and have a global impact.

Check this article below, taken from AsianScientist magazine to know what UN Secretary-General Ban Says On International Youth Day..

---

“Change Our World,” UN Secretary-General Ban Says On International Youth Day

BY JULIANA CHAN
AUGUST 10, 2011

AsianScientist (Aug. 10, 2011) – “You have the opportunity to change our world. Seize it.” These are the words of UN Secretary-General Ban Ki-moon for International Youth Day, to be observed on August 12 this year.

August 12 also marks the end of the International Year of Youth, and the 25th Anniversary of the first International Year of Youth. Its theme, “Change Our World”, was chosen to express the level of impact that young people strive to achieve, and also to inspire youth towards these goals.

However, the United Nations World Youth Report 2010 presents a sobering report on Asia’s youth.

Individuals aged between 15 and 24 currently number 1.2 billion and approximately 18 percent of the global population. The vast majority of them, or 62 percent, live in Asia. By 2050 however, the proportion of youth living in Asia is expected to decline to 53 percent.

Of these youth in Asia, approximately 84 percent of them live in countries where at least one third of the population subsists on less than US$ 2 per day, based on World Bank 2007 statistics.

Unemployment is a pressing issue among this demographic. Globally, youth unemployment stood at 12 percent in 2007, or three times the adult rate. Worryingly, in Southeast Asia and the Pacific, youth unemployment rates was six times those of adults.

For the vast majority of youth living in developing countries, unemployment rates tell only part of the story. Jobs, when available, are non-secure, low-wage, and in agricultural industries.

Education is another essential element in the transition to adulthood. Although the global youth literacy rate increased from 84 percent during the period 1985-1994 to 89 percent during the period 2000-2006, progress has been uneven, with UNESCO reporting youth literacy rates below 80 percent in parts of Asia, and secondary enrollment levels as low as 16 percent in parts of Asia.

Large disparities in educational quality and access also exist within countries owing to factors such as income, location, gender, and ethnicity.

Recognizing these issues, the UN Secretary-General urged private organizations, governments, and the international community to “invest in our youth”. He also recognized the ability of youth to rise up to meet the challenges they faced.

Far too many of the world’s more than 1 billion young people lack the education, freedom and opportunities they deserve. Yet, despite these constraints – and in some cases because of them – young people are mobilizing in growing numbers to build a better future,” he said.

Reap strawberries in Cibodas

(August, 07, 2011) After making process of KEHATI Award promotional video at a nursery in Cibodas, I and my friends found a time to take a peek at a strawberry park near the location.

DSC00085

At this park, we can buy strawberries by picking it up from its trees. To do that, the gardener carried each of us with a basket and scissors.

DSC00095

Then we started to pick the strawberries by cutting with scissors. After almost 30 mins walking around among the strawberry plant sacks, I and my friends just reaped up to 15 strawberries fruit.

Then we decided to weigh our strawberries together. 1 kg of strawberries equal to 50.000 rupiahs. But our strawberries didn’t reach 1 kg, it was just 0,5 kg. The gardener then wrapped the strawberries and grouped it into 4 small boxes.

DSC00101

Anyway, we reaped in joy.. Open-mouthed smile

More pics..

DSC00087DSC00088DSC00090DSC00094DSC00099DSC00100

You May Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...