Tuesday, December 6, 2011

Selamat Hari Relawan Sedunia



International Volunteer Day (IVD) - (December 5) is an international observance designated by the United Nations since 1985. The declared aim of this activity is to thank the volunteers for their efforts and increase public awareness on their contribution to society. The day is celebrated in majority countries of the world.

Hari ini adalah Hari Relawan Sedunia atau bahasa kerennya International Volunteer Day (5 Desember 2011).  Relawan sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Kegiatan kerelawanan sudah ada jauh sebelum bencana Tsunami di Aceh dan Nias. Namun kata 'relawan' atau 'volunteer' baru terdengar di telingaku sekitar 4 tahun yang lalu.

"Mau jadi volunteer WCS?", pertanyaan yang agak aneh bagiku, karena waktu itu aku gak tahu menahu tentang apaan sih 'volunteer' itu. Hanya berbekal 'nekat' karena baru lulus kuliah dan gak ada kesibukan apa-apa, jadilah aku terima 'my first job as a volunteer' di Global Avian Influenza Network for Surveillance (GAINS), Wildlife Conservation Society-Indonesia Programme (WCS-IP). Hmm, agak ribet yaah dengernya?? Jadi singkat ceritanya begini:

Selama kurang lebih 8 hari nge'camp' di tambak yang panasnya minta ampun kalau siang dan kalau malam nyamuknya minta maaf banyaknya, tugasku sebagai volunteer lapangan adalah membantu tim WCS untuk survei flu burung yang objeknya adalah burung pantai (makanya lokasinya di tambak yang dekat laut). Siang hari pasang jaring, malam harinya patroli kalau ada burung yang nyangkut. Trus kalo ada yang nyangkut, ditangkep, dibawa ke lab (gubuk kecil yang dijadiin lab sementara). Nah trus di dalam lab, si burung diinterogasi, eh gak ding, tapi ditimbang, diukur panjang badan, paruh, sayap, dll, lalu diambil sampel darahnya dan sampel usapan kloaka. Terakhir sebelum dilepas (iya donk harus dikembalikan lagi ke alam), si burung dipasang'in bendera kecil di kakinya dengan warna dan kode tertentu, kemudian dia lulus dan bebas lagi (wah hebat aku masih ingat detailnya).

Dibayar? Iya tapi gak pake duit. Saat itu mungkin aku hanya merasa senang karena ilmu biologiku terpakai, dapat teman baru, dan pengalaman yang benar-benar baru. Namun apa yang kudapat setelah itu tidak pernah terbayang sebelumnya.

Jadi saat itu konsep volunteer yang pertama kali tersusun dalam kepalaku adalah - mereka yang secara sukarela (rela dan senang hati) memberikan tenaga, pikiran, dan waktu yang dimiliki secara sadar karena mereka mau dan mampu demi tercapainya sebuah tujuan. Hal yang harus digaris bawahi adalah 'tanpa pamrih dan imbalan', kalaupun ada imbalannya itu adalah bonus dan apresiasi atas komitmen kita. Dan bonus apa yang kita dapat seringkali lebih besar daripada yang pernah kita bayangkan. Utopis? nggak lah, karena aku sudah mengalaminya sendiri.

Lalu sejak saat itu sepertinya kata 'volunteer' gak mau pergi jauh-jauh dariku. Tahun 2008 aku ke Jakarta dan secara tak sengaja 'kecemplung' di sebuah komunitas lingkungan berbasis volunteer bernama Jakarta Green Monster (JGM) dan dipercaya menjadi koordinator volunteer yang (secara sukarela) mengurus kurang lebih 300 volunteer JGM dengan berbagai kegiatan. Sempat stress juga sih memang tapi gara-gara menjadi volunteer itu, aku lalu diterima di KEHATI, salah satu NGO besar di Indonesia, dipercaya untuk mengelola sebuah komunitas anak muda bernama Teens Go Green, tanpa wawancara dan tak terasa sekarang sudah 3 tahun aku bekerja. Itulah yang namanya bonus.

Tahun 2009 lalu aku juga berkesempatan terbang ke Belanda karena buah hasil aktif ber'volunteer di Piagam Bumi (Earth Charter International), dan sampai sekarang aku dipercaya untuk menjalankan posisi sebagai koordinator tim pengelolaan volunteer. Bonus juga kan :) dan itulah nilai lebihnya.

Menjadi volunteer membuatku bisa bertemu dengan banyak orang, kenal berbagai jenis karakter, personality, maupun profesi. Satu hal yang tak kalah penting ketika menjadi volunteer adalah -- Kita belajar berkomitmen, menjadi tahu siapa kita, dimana minat kita, bisa apa kita, dan bagaimana kita bisa mengembangkan keahlian yang kita miliki.

Kita tak hanya belajar bagaimana menghargai orang lain namun juga diri kita sendiri karena sekecil apapun yang kita berikan, bisa jadi hal kecil itu merupakan sesuatu yang begitu besar di mata orang lain.

Ada cerita inspirasi lainnya?? Yuuk berbagi..

Selamat Hari Relawan Sedunia :)
(Senin tengah malam, 5 Desember 2011)

Inspirasi lain tentang volunteer:
http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/2018/penelitian-menunjukkan-relawan-lebih-panjang-umur
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/10/18/yuk-kita-sharing-tentang-relawan/
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&dn=20061206072212
http://www.wikihow.com/Volunteer
http://matadornetwork.com/bnt/10-reasons-why-volunteering-is-better-than-traveling/

6 comments:

  1. Sebuah cerita yang mengagumkan.. Terima kasih atas inspirasi-nya.

    ReplyDelete
  2. selain relawan, ternyata penulis juga ;)

    ReplyDelete
  3. So inspiring, Kak.. Happy international volunteer day :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Selamat hari Relawan sedunia :)

      Delete

You May Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...