Thursday, January 12, 2012

Chest Pain. Nyeri Dada. El Dolor De Pecho.

Gak sengaja nemu artikel ini..
Aku post saja di blog biar ingat terus.
It's dedicated to those who ever experienced 'Chest Pain' (including me)..


Source: Google Image

HATI-HATI, JANGAN SEPELEKAN NYERI DADA

Akhir2 ini nyeri dada sering dihubungkan dengan gejala penyakit jantung. Hal ini dikarenakan letak anatomi jantung yang memang terletak dalam rongga dada. Lagipula gejala utama penyakit jantung adalah nyeri dada atau chest pain. 

Menurut data US Center For Disease Control (CDC) di Amerika ± 250.000 orang meninggal akibat serangan jantung setiap tahun. Ditambah lagi data yang menunjukkan semakin banyak anak muda yang terkena serangan jantung membuat kebanyakan dari kita sangat takut terkena serangan jantung ketika menderita nyeri dada.

Dokter umum dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Otto Rajasa mengatakan, sebenarnya nyeri dada atau chest pain tidak selalu disebabkan oleh penyakit jantung. Berdasarkan jenisnya, penyebab nyeri dada dapat disebabkan oleh trauma dan non trauma. 

”Trauma pada kecelakaan atau akibat pukulan misalnya, dapat menyebabkan nyeri dada yang dirasakan setelah trauma, baik segera maupun beberapa waktu setelah trauma,” ucapnya.

dikatakan, nyeri dada non trauma dapat disebabkan oleh seluruh organ dalam dada dan perut bagian atas serta dinding dada yang berupa kulit, tulang dan otot. Organ dalam dada yang menyebabkan nyeri dada misalnya jantung, paru–paru dan kerongkongan.

Pria yang akrab disapa dr Otto ini menjelaskan, untuk membedakan asal nyeri dada, dapat diperkirakan dari gejalanya. Pertama adalah nyeri otot dan tulang dada (musculoskeletal). Misalnya akibat salah otot saat terbatuk. Sifat nyeri dada akibat otot dan tulang adalah nyeri bila disentuh atau ditekan, gerakan tertentu membuat nyeri bertambah dan lebih sering hilang seketika ketika minum obat antinyeri yang dijual bebas misalnya ponstan.

Kedua, lanjutnya, nyeri dada akibat gangguan pencernaan (kerongkongan, lambung, hati dan pankreas). Nyeri dada ini bersifat berdenyut alias hilang timbul dan sangat dipengaruhi oleh makanan.

”Dengan makan, nyeri berkurang atau bertambah secara nyata. Gejala ini terjadi apabila asal nyeri kerongkongan dan lambung berupa rasa panas terbakar dan berkurang saat minum obat–obatan untuk penyakit maag,” tuturnya.

Ketiga adalah nyeri dada akibat gangguan paru. Sifat nyerinya sangat berhubungan dengan aktifitas paru–paru, misalnya saat batuk atau mengambil napas dalam–dalam nyeri bertambah.

Kemudian, tambahnya, nyeri dada akibat penyakit jantung. Nyeri dada ini seyognyanya diketahui oleh semua orang, dengan tujuan untuk dapat segera mencari pertolongan ke dokter apabila merasakannya. 

”Ciri–ciri nyeri dada akibat penyakit jantung adalah nyeri di belakang tulang tengah dada yang menyebar pada satu atau dua lengan, rahang atau leher bagian depan. Sensasi dirasakan seperti rasa terbakar, tertekan atau rasa tidak enak, perasaan melayang, mual dan muntah,” ungkapnya.

Pada nyeri dada akibat penyakit jantung, kata dr Otto, biasanya didapatkan pada orang yang mempunyai faktor resiko penyakit jantung, penderita hipertensi, kolesterol yang tinggi, perokok, penderita kencing manis, kebiasaan hidup pasif alias kurang bergerak dan berolahraga.

”Jangan pernah menyepelekan gejala nyeri dada ini. Apa pun sifat nyeri dada, jika berlanjut, segeralah mencari pertolongan ke dokter,” anjurnya
Akhir2 ini nyeri dada sering dihubungkan dengan gejala penyakit jantung. Hal ini dikarenakan letak anatomi jantung yang memang terletak dalam rongga dada. Lagipula gejala utama penyakit jantung adalah nyeri dada atau chest pain. 

Menurut data US Center For Disease Control (CDC) di Amerika ± 250.000 orang meninggal akibat serangan jantung setiap tahun. Ditambah lagi data yang menunjukkan semakin banyak anak muda yang terkena serangan jantung membuat kebanyakan dari kita sangat takut terkena serangan jantung ketika menderita nyeri dada.

Dokter umum dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Otto Rajasa mengatakan, sebenarnya nyeri dada atau chest pain tidak selalu disebabkan oleh penyakit jantung. Berdasarkan jenisnya, penyebab nyeri dada dapat disebabkan oleh trauma dan non trauma. 

”Trauma pada kecelakaan atau akibat pukulan misalnya, dapat menyebabkan nyeri dada yang dirasakan setelah trauma, baik segera maupun beberapa waktu setelah trauma,” ucapnya.

dikatakan, nyeri dada non trauma dapat disebabkan oleh seluruh organ dalam dada dan perut bagian atas serta dinding dada yang berupa kulit, tulang dan otot. Organ dalam dada yang menyebabkan nyeri dada misalnya jantung, paru–paru dan kerongkongan.

Pria yang akrab disapa dr Otto ini menjelaskan, untuk membedakan asal nyeri dada, dapat diperkirakan dari gejalanya. Pertama adalah nyeri otot dan tulang dada (musculoskeletal). Misalnya akibat salah otot saat terbatuk. Sifat nyeri dada akibat otot dan tulang adalah nyeri bila disentuh atau ditekan, gerakan tertentu membuat nyeri bertambah dan lebih sering hilang seketika ketika minum obat antinyeri yang dijual bebas misalnya ponstan.

Kedua, lanjutnya, nyeri dada akibat gangguan pencernaan (kerongkongan, lambung, hati dan pankreas). Nyeri dada ini bersifat berdenyut alias hilang timbul dan sangat dipengaruhi oleh makanan.

”Dengan makan, nyeri berkurang atau bertambah secara nyata. Gejala ini terjadi apabila asal nyeri kerongkongan dan lambung berupa rasa panas terbakar dan berkurang saat minum obat–obatan untuk penyakit maag,” tuturnya.

Ketiga adalah nyeri dada akibat gangguan paru. Sifat nyerinya sangat berhubungan dengan aktifitas paru–paru, misalnya saat batuk atau mengambil napas dalam–dalam nyeri bertambah.

Kemudian, tambahnya, nyeri dada akibat penyakit jantung. Nyeri dada ini seyognyanya diketahui oleh semua orang, dengan tujuan untuk dapat segera mencari pertolongan ke dokter apabila merasakannya. 

”Ciri–ciri nyeri dada akibat penyakit jantung adalah nyeri di belakang tulang tengah dada yang menyebar pada satu atau dua lengan, rahang atau leher bagian depan. Sensasi dirasakan seperti rasa terbakar, tertekan atau rasa tidak enak, perasaan melayang, mual dan muntah,” ungkapnya.

Pada nyeri dada akibat penyakit jantung, kata dr Otto, biasanya didapatkan pada orang yang mempunyai faktor resiko penyakit jantung, penderita hipertensi, kolesterol yang tinggi, perokok, penderita kencing manis, kebiasaan hidup pasif alias kurang bergerak dan berolahraga.

”Jangan pernah menyepelekan gejala nyeri dada ini. Apa pun sifat nyeri dada, jika berlanjut, segeralah mencari pertolongan ke dokter,” anjurnya

No comments:

Post a Comment

You May Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...