Wednesday, November 20, 2013

Membelah Sungai, Mengelilingi Patahan Bumi, dan Berakhir di Derasnya Curug

Mendaki Dago hingga Maribaya (Bagian 4)
(baca: Bagian 1 | 2 | 3)

Saatnya belajar Geologi!
Bentang alam Tahura Bandung sungguh menarik. Betapa tidak, kondisi alam Tahura didominasi oleh patahan Lembang dan dibelah oleh sungai Cikapundung yang mengalir dari Curug Omas. Beranjak dari Goa Belanda, kami terus berjalan kaki dengan ditemani suara aliran sungai Cikapundung dibawah kami. Hingga sampailah di sebuah jembatan dimana kami menemukan informasi tentang Patahan Lembang.

Patahan Lembang
Patahan adalah permukaan bumi hasil dari gerakan tekanan horizontal dan tekanan vertikal yang menyebabkan lapisan bumi menjadi retak dan patah. Kota Bandung dilingkupi banyak patahan gempa bumi. Salah satunya patahan Lembang yang ternyata masih aktif berpotensi menimbulkan gempa bumi.

Papan informasi tentang Patahan Lembang

Woow, jadi warga Bandung harus ekstra siaga yah. Di Tahura, kita bisa menikmati pemandangan dari sisi selatan patahan Lembang.

Pemandangan bagian selatan Patahan Lembang. Diambil dari atas jembatan.

Sungai Cikapundung dan "aliran listrik"nya
Ci Kapundung adalah sungai yang membelah Kota Bandung. Dari kawasan utara menuju selatan yang bermuara di Ci Tarum. Sungai ini berhulu di utara Kota Bandung tepatnya di daerah Lembang yang airnya berasal dari Curug Omas. Sungai ini merupakan anak Sungai Citarum yang membentang sepanjang 15 km dan lebar sekitar 8 m dengan debit air sekitar 3.000 m³/detik.

Aliran sungai ini digunakan sebagai sumber tenaga listrik PLTA Bengkok yang dialirkan melalui parit-parit seperti sungai buatan. Salah satu jalurnya melalui Goa Belanda yang pada awalnya (1918) difungsikan sebagai terowongan air. Sejak pertama kali dibangun oleh Perusahaan Tenaga Air Negara Dataran Tinggi Bandung (Landiswaterkrachtbedijf Bandung) pada tahun 1923, PLTA Bengkok merupakan salah satu sumber penyuplai listrik untuk Bandung dan sekitarnya. Pada tahun yang sama pula PLTA Dago dibangun pada aliran sungai Cikapundung (Sumber: Aleut)

Curug Omas
Curug Omas
Curug Omas merupakan pemberhentian terakhir kami di Tahura. Air terjun (curug) setinggi kurang lebih 30 m dan memiliki kedalaman sekitar 10 m ini berasal dari aliran sungai Cikawari. Di dasar air terjun, aliran sungai Cikawari tersebut bertemu dengan aliran sungai Cikapundung.

Akhirnya, setelah berjalan selama kurang lebih 4,5 jam dari Simpang Dago atau 3 jam dari pintu masuk Tahura, berikut 30 detik kenikmatan aliran deras Curug Omas..


selanjutnya..

No comments:

Post a Comment

You May Also Like

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...